Pada 14 Mei 2008 lalu, Israel baru saja merayakan hari kemerdekaannya yang ke 60. Sudah 60 tahun lamanya Israel berdiri, dan selama itulah konflik Israel-Palestina telah berlangsung. Israel mendirikan negaranya di tanah bangsa palestina pada 14 Mei 1948 setelah mendapatkan mandat dari Inggris yang dikenal dengan Deklarasi Balfour pada tanggal 2 Juni 1917. Keputusan tersebut diumumkan dalam sebuah surat dari Lord Arthur James Balfour kepada Lord Rothschild. Singkatnya isi surat tersebut adalah, pemerintah inggris yang pada saat itu menguasai wilayah palestina akan memberikan kesempatan dan jaminan kepada bagsa Yahudi untuk membangun sebuah negara di wilayah Palestina. Alasan Inggris meninggalkan Palestina pada saat itu adalah keinginan Inggris untuk lebih memfokuskan diri pada keadaan domestiknya.
Dalam upaya untuk membela Palestina, maka bangsa Arab pun tidak tinggal diam, sehari setelah Israel mengeluarkan pernyataan resmi atas berdirinya negara Israel maka Invasi pun dilancarkan kepada Israel. Tetapi berkat keunggulan teknologi perang dan dukungan dari Amerika Serikat maka Israel pun berhasil memenangkan perang. Selama 60 Tahun Israel berdiri, seakan Timur Tengah tidak pernah mengenal kata “Damai”, perang terus terjadi dan penderitaan rakyat Palestina terus berlangsung hingga saat ini. Kebrutalan-kebrutalan yang telah dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina hingga saat ini sangatlah banyak. Salah satu kejadian yang sangat membuat keadaan menegang adalah ketika Israel menduduki dan merusak Mesjid Al-Aqsa, yang jelas ini tidak saja memicu pertikaian yang lebih hebat dengan rakyat palestina tetapi juga dengan dunia muslim.
Lalu apakah tidak pernah ada upaya perdamaian antara Israel-Palestina?
Kalau berbicara mengenai upaya perdamaian dari sudut Israel, mungkin memang tidak pernah ada. Tetapi bila kita melihat upaya dari AS untuk menyelesaikan konflik ini jelas ada. Salah satu upaya terbaru adalah sebuah Road Map yang dicanangkan oleh Bush pada 2003. Dimana harapan dari Road Map itu sendiri adalah berdirinya dua buah negara merdeka yaitu Israel dan Palestina pada tahun 2005, dan keduanya hidup berdampingan secara damai.
Lalu bagaimana Implementasi Road Map itu sendiri? Tidak Jelas dan Gagal.
Siapa lagi kalau bukan Israel yang menyebabkan Road Map yang dicanangkan oleh Bush ini Gagal. Salah satu penyebab gagalnya Road Map ini adalah terbunuhnya Syeihk Ahmad Yassin (Pendiri dan sekaligus pemimpin tertinggi gerakan perlawanan Islam (HAMAS) ) pada 23 Maret 2004 dan Abdul Aziz Al-Rantisi (pengganti Yasin) pada 18 April 2004. Keduanya dibunuh secara keji oleh PM Israel pada saat itu , “Ariel Sharon”. Sebenarnya kegagalan penyelesaian konflik kedua negara tersebut bukanlah hanya pada kejadian itu, pada September 2000 dimana proses perdamaian juga telah diupayakan oleh Presiden AS pada saat itu Bill Clinton, Israel kembali menggagalkannya, dimana terjadi penodaan terhadap Masjid Al-Aqsa (yang kemudian membangkitkan gerakan Intifada Al-Aqsa).
Jadi disini jelaslah bisa kita lihat dimana Political Will dari Israel itu sangat dibutuhkan dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina, tanpa adanya suatu political Will, penyelesaian Konflik ini mungkin akan semakin sulit untuk diselesaikan. Faktor lain yang juga penting untuk dipertimbangkan adalah peran aktif dari pihak-pihak lain yang dapat berperan besar dalam upaya penyelesaian konflik tersebut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar